Askep Prolaps Uteri

February 4, 2019 | Author: Rwr | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

askep maternitas...

Description

KONSEP DASAR MEDIS PROLAPS UTERI A. Definisi

Prolapsus uteri adalah suatu kondisi jatuh atau tergelincirnya uterus ke dalam atau keluar  melalui vagina. Hal tersebut dikarenakan dukungan yang tidak adekuat dari ligamentum kardinal dan uterosakral serta struktur penyangga pelvis mengalami kerusakan dan kadangkadang organ pelvis yang lain juga ikut turun (Price, 2012. B. Klasifikasi

!erdapat beberapa cara dalam mengklasi"ikasikan prolapsus organ panggul. !ahun 1##$, %nternational &ontinence 'ociety, the merican )rogynecologic 'ociety, and the 'ociety o"  *yne *yneco collogi ogic

'ur 'urgeon geonss

mempe emperrkena kenallkan kan

sistem stem  POP-Q

(Pelvic

Organ

Prolapse

Quantificat Quantification). ion). +etode +etode penilaian penilaian prolapsus prolapsus organ pelvis pelvis ini memberikan penilaian penilaian yang objekti", deskripti" sehingga dapat memberikan nilai kuanti"ikasi atau derajat ringan beratnya  prolapsus yang terjadi. Tabel 1. Derajat prlaps!s r"an pan""!l

erajat 0

!idak terlihat adanya prolapsus.

erajat %

agian distal dari prolapsus  1cm di atas himen.

erajat %%

agian yang paling distal dari prolapsus / 1cm di  baah lingkaran himen.

erajat %%%

agian yang paling distal dari prolapsus  1cm di  baah himen, namun kurang dari ! (total vaginal length 3 2 cm.

erajat %

4versi komplit total panjang traktus genetalia baah. agian distal prolapsus uteri menurun sampai (!2 cm

'umber 5 Persu, 2011 )ntuk prolapsus uteri, 6riedman dan ittle (1#$1 mengemukakan beberapa macam klasi"ikasi, tetapi klasi"ikasi yang dianjurkan sebagai berikut5

Tabel #. Klasifikasi prlaps!s !teri

esenses uteri

)terus turun, tetapi serviks masih dalam vagina.

Prolapsus uteri tingkat %

)terus turun, serviks uteri turun paling rendah sampai introitus vagina.

Prolapsus uteri tingkat %%

'ebagian besar uterus keluar dari vagina.

Prolapsus uteri tingkat %%% atau prosidensia uteri

)terus keluar seluruhnya dari vagina, disertai dengan inversio uteri.

'umber5 (nar, 2011

$. %aktr Risik

Penyebab prolapsus organ panggul belum diketahui secara pasti, namun secara hipotetik   penyebab utamanya adalah persalinan pervaginam dengan bayi aterm. Pada studi epidemiologi menunjukkan baha "aktor risiko utama penyebab prolapsus uteri adalah  persalinan pervaginam dan penuaan. Para peneliti menyetujui baha etiologi prolapsus organ  panggul adalah multi"aktorial dan berkembang secara bertahap dalam rentang aktu tahun. !erdapat berbagai macam "aktor risiko yang mempengaruhi terjadinya prolapsus dan dikelompokkan menjadi "aktor obstetri dan "aktor non-obstetri (nar, 2011. 1. 6aktor obstetri a. Proses persalinan dan paritas Prolapsus uteri terjadi paling sering pada anita multipara sebagai akibat progresi"  yang bertahap dari cedera melahirkan pada "ascia endopelvik (dan kondensasi, ligamentum uteroskral dan kardinal dan laserasi otot, terutama otot-otot levator dan

 perineal body (perineum. Persalinan pervaginam merupakan "aktor risiko utama terjadinya prolapsus organ genital. Pada penelitian tentang levator ani dan "ascia menunjukkan bukti baha kerusakan mekanik dan sara" terjadi pada perempuan dengan  prolapsus dibandingkan perempuan tidak prolapsus, dan hal tersebut terjadi akibat  proses melahirkan (nar, 2011. 'ecara global, prolapsus mempengaruhi 708 dari semua anita yang telah melahirkan. 9umlah paritas berbanding lurus dengan kejadian prolapsus. WHO  Population Report (1#:; menduga baha kejadian prolapsus akan meningkat tujuh kali lipat pada perempuan dengan tujuh anak dibandingkan dengan perempuan yang mempunyai satu anak (asa sakit atau nyeri ketika berhubungan seksual (ispareunia =eputihan atau cairan abnormal yang keluar melalui vagina Prolapsus uteri derajat %%% dapat menyebabkan gangguan bila berjalan dan bekerja

*ejala dapat diperburuk apabila berdiri atau berjalan dalam aktu yang lama. Hal ini dikarenakan peningkatan tekanan pada otot-otot panggul oleh pengaruh gravitasi. atihan atau mengangkat beban juga dapat memperburuk gejala 2. Pemeriksaan 6isik angkah-langkah dalam melakukan pemeriksaan "isik, yaitu5 a. Pasien dalam posisi telentang pada meja ginekologi dengan posisi litotomi.  b. Pemeriksaan ginekologi umum untuk menilai kondisi patologis lain. c. %nspeksi vulva dan vagina, untuk menilai5 1 4rosi atau ulserasi pada epitel vagina. 2 )lkus yang dicurigai sebagai kanker harus dibiopsi segera, ulkus yang bukan kanker diobservasi dan dibiopsi bila tidak ada reaksi pada terapi. 7 Perlu diperiksa ada tidaknya prolapsus uteri dan penting untuk mengetahui derajat  prolapsus uteri dengan inspeksi terlebih dahulu sebelum dimasukkan inspekulum. d. +anuver alsava 1 erajat maksimum penurunan organ panggul dapat dilihat dengan melakukan  pemeriksaan "isik sambil meminta pasien melakukan manuver alsava. 2 'etiap kompartemen termasuk uretra proksimal, dinding anterior vagina, serviks, apeks, cul-e-sac, dinding posterior vagina, dan perineum perlu dievaluasi secara sistematis dan terpisah. 7 pabila tidak terlihat, pasien dapat diminta untuk mengejan pada posisi berdiri di atas meja periksa. ; !es valsava dan cough stress testing (uji stres dapat dilakukan untuk menentukan risiko inkontinensia tipe stres pasca operasi prolapsus e. Pemeriksaan vagina dengan jari untuk mengetahui kontraksi dan kekuatan otot levator ani. ". Pemeriksaan rektovaginal5 )ntuk memastikan adanya rektokel yang menyertai prolapsus uteri. 7. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, yaitu5 a. )rin residu pasca berkemih =emampuan pengosongan kandung kemih perlu dinilai dengan mengukur volume  berkemih pada saat pasien merasakan kandung kemih yang penuh, kemudian diikuti dengan pengukuran volume residu urin pasca berkemih dengan kateterisasi atau ultrasonogra"i.

 b. 'krining in"eksi saluran kemih. c. Pemeriksaan urodinamik apabila dianggap perlu. d. Pemeriksaan )ltrasonogra"i 1 )ltrasonogra"i dasar panggul dinilai sebagai modalitas yang relati" mudah dikerjakan, cost-effective! banyak tersedia dan memberikan in"ormasi real ti"e. 2 Pencitraan dapat mempermudah memeriksa pasien secara klinis. asa cemas klien akan  berkurangChilang. 1. nsietas b.d prosedur  =riteria hasil 5 operasi, diagnosis, 1. =lien mampu  prognosis, anestesi, mengungkapkan nyeri, hilangnya ketakutanCkekuatirann "ungsi. ya. 2. >espon klien tampak tersenyum

Inter/ensi

Rasinal

erikan lingkungan yang nyaman

+enurunkan stimulasi yang berlebihan dapat mengurangi kecemasan

&atat derajat ansietas

Pemahaman baha perasaan normal dapat membantu klien meningkatkan  beberapa perasaan control emosi.

ibatkan keluarga dalam proses keperaatan

Peran serta keluarga sangat membantu dalam menentukan koping

iskusikan mengenai kemungkinan kemajuan dari "ungsi gerak untuk mempertahankan harapan klien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari

+enunjukkan kepada klien baha dia dapat berkomunikasi dengan e"ekti" tanpa menggunakan alat khusus, sehingga dapat mengurangi rasa cemasnya.

erikan support sistem (peraat, keluarga atau teman dekat dan pendekatan spiritual >ein"orcement terhadap potensi dan sumber yang dimiliki berhubungan dengan  penyakit, peraatan dan tindakan

'etelah mendapat tindakan keperaatan selama 7E2; jam, nyeri

Pantau nyeri secara komprehensi" (lokasi, karakteristik, durasi, "rekuensi, kualitas dan "aktor presipitasi.

ukungan dari bebarapa orang yang memiliki pengalaman yang sama akan sangat membantu klien. gar klien menyadari sumber-sumber apa saja yang ada disekitarnya yang dapat mendukung dia untuk berkomunikasi.

+engevaluasi dan memantau nyeri yang dirasakan klien

klien berkurang atau

2. ing pessarium mampu mengembalikan uteri secara bertahap pada tempatnya

dan diet lengkap nutrisi sesuai usia

;. >isiko kerusakan integritas kulit "aktor risiko5 daya gesek, kelembapan

yang tepat untuk mencegah in"eksi. 'etelah dilakukan tindakan keperaatan selama 7E2; jam diharapkan integritas kulit tidak terganggu, dengan kriteria hasil5 1. )teri tidak terjadi iritasi5 kemerahan, lecet, kebersihan terjaga 2. Pasien mampu mengambil keputusan tindakan  penatalaksanaan medis prolapse uteri.

erikan antibiotik sesuai ketentuan 1. iskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur 

2. njurkan pasien untuk istirahat

7. tur posisi tidur atau duduk dengan selang aktu 2-7 jam

;. =olaborasi dalam tindakan terapi  pemasangan ring pessarium

!iberikan sebagai pro"laktik atau mengobati infeksi khusus

=ebersihan mencegah perkembang  biakan kuman +encegah terjadinya iritassi kulit yang tak diharapkan oleh karena akti"itas yang mengakibatkan pergesekan celana dengan uteri +elancarkan vaskulerisasi, mengurangi  penekanan yang lama sehingga tak terjadi iskemi dan irirtasi

>ing pessarium mampu mengembalikan uteri secara bertahap pada tempatnya

DA%TAR PUSTAKA

Price 'ylvia , Ailson orraine +. (2012. Patofisiologi# $onsep $linis Proses-Proses Pen%akit . 9akarta5 4*&. nar +ochamad, aFiad li, Praboo >. Prajitno. (2011 ). &l"u $anungan# $elainan 'etak   lat-lat enital . 9akarta5 P! ina Pustaka 'arono Prairohardjo.  
View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF